
Gas Tungsten Arc Welding) atau TIG (Tungsten Inert Gas) adalah metode las presisi tinggi menggunakan elektroda tungsten tak terumpan dan gas mulia (Argon/Helium) sebagai pelindung. Jenis ini unggul untuk material tipis, stainless steel, dan aluminium, menghasilkan sambungan bersih tanpa terak (slag).
Berikut adalah klasifikasi jenis pengelasan GTAW berdasarkan arus dan penggunaan filler:
1. Berdasarkan Arus Listrik (Polaritas)
- DCEN (Direct Current Electrode Negative) / DCSP (Direct Current Straight Polarity): Elektroda dihubungkan ke kutub negatif. Ini menghasilkan panas lebih besar pada benda kerja (70%), cocok untuk baja karbon, stainless steel, tembaga, dan titanium.
- DCEP (Direct Current Electrode Positive) / DCRP (Direct Current Reverse Polarity): Elektroda di kutub positif. Panas lebih banyak di elektroda (30% ke benda kerja). Jarang digunakan karena elektroda cepat panas.
- AC (Alternating Current): Arus bolak-balik yang sangat baik untuk pengelasan aluminium dan magnesium karena kombinasi pembersihan oksida (saat DCEP) dan penetrasi (saat DCEN).
2. Berdasarkan Penggunaan Filler Metal
- Auto-genous (Tanpa Filler): Pengelasan dilakukan tanpa batang pengisi, hanya melelehkan logam induk. Cocok untuk sambungan presisi dan material sangat tipis.
- Dengan Filler Metal (Batang Filler): Menggunakan tambahan filler rod yang dimasukkan ke dalam busur las untuk mengisi sambungan.
Karakteristik Utama GTAW:
- Elektroda Non-consumable: Elektroda tungsten tahan panas, tidak meleleh.
- Shielding Gas: Argon (umum), Helium, atau campuran keduanya untuk mencegah oksidasi.
- Kualitas Tinggi: Digunakan dalam industri migas, otomotif, dan pesawat.